Sekolah Sepi Bukan Karena Regulasi, Tapi Karena Berhenti Berinovasi
Menghidupkan Kembali Roh Pendidikan di Abad ke-21
Identitas Buku
- Judul: Sekolah Sepi Bukan Karena Regulasi, Tapi Karena Berhenti Berinovasi
- Penulis: Fery Mayasari
- Penerbit: Gemar Maos
- Kata Pengantar: Dr. Mustakim, S.S., M.Si. (Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Sekolah Menengah Atas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur)
Ringkasan & Gagasan Utama
Buku ini hadir sebagai tamparan halus sekaligus lampu penerang bagi para pengelola dan praktisi pendidikan di era modern. Lewat judul yang lugas dan provocatif, Fery Mayasari mendefinisikan ulang kata “sepi”—bukan sekadar sepinya ruang kelas dari jumlah murid, melainkan sepinya kolaborasi, kreativitas, dan penggunaan teknologi yang bermakna.
Banyak instansi pendidikan menyalahkan regulasi yang kaku sebagai alasan stagnasi. Namun, buku ini secara tegas mematahkan narasi tersebut: regulasi hanyalah kerangka kerja (framework), sedangkan isi dan dinamikanya bergantung pada keberanian sekolah untuk terus berinovasi. Stagnasi yang sebenarnya terjadi ketika sekolah terjebak dalam fixed mindset dan enggan beradaptasi dengan tuntutan abad ke-21.
Poin Kunci & Daya Tarik Buku
- Peta Jalan Praktis (Actionable Roadmap): Buku ini tidak hanya menjual teori atau kritik, melainkan bertindak sebagai panduan taktis untuk mengubah gagasan mentah di papan tulis menjadi strategi manajemen sekolah yang gesit (agile).
- Dekonstruksi Mindset: Mengajak pimpinan sekolah dan pendidik berpindah dari pola piker kaku (fixed mindset) menuju manajemen inovatif yang responsif terhadap perubahan zaman.
- Pemanfaatan Teknologi Makro & Mikro: Mengarahkan penggunaan teknologi bukan sekadar pelengkap formalitas, melainkan alat untuk memperdalam kualitas pembelajaran dan efisiensi tata kelola.
- Dukungan Birokrat Pendidikan: Kehadiran kata pengantar dari pejabat Dinas Pendidikan memperkuat pesan bahwa birokrasi sebenarnya mendukung inovasi yang berstruktur dan solutif.


Tinggalkan Balasan